This is featured post 1 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 2 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 3 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 4 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

This is featured post 5 title

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pekerjaan Bikin Stres..??Akui Saja

0 komentar

Telanjangidunia Siapa pun pasti merasakan adanya tekanan dalam bekerja. Bahkan, stres sudah menjadi "makanan" sehari-hari para pekerja, terutama bagi mereka yang bertipe pekerja keras dan sibuk dengan peraihan prestasi. Namun ada fakta menarik bahwa sebagian besar pekerja tidak mau mengakui bahwa mereka stres.

Dalam sebuah penelitian mengenai kesehatan mental, diketahui bahwa 1 dari 5 pekerja mengambil cuti sakit karena stres. Namun, mayoritas pekerja itu tidak mau mengakui bahwa mereka sebenarnya butuh jeda karena stres.

Alasan favorit yang mereka ungkapkan kepada atasan dan rekan kerja adalah gangguan pencernaan, pusing, atau minta izin cuti karena ada keluarga yang sakit. Menurut penelitian yang dilakukan di Inggris tersebut, para pekerja rupanya masih menganggap tabu untuk mengakui tekanan pekerjaan membuat stres. Mereka malah ingin menyembunyikan stres yang dirasakan itu dari atasan.

Sebanyak 7 dari 10 pekerja yang disurvei mengatakan mereka "curhat" kepada rekan kerja mengenai tekanan pekerjaan. Namun, sepertiganya menjawab lebih suka jika atasan mereka mengambil langkah lebih dulu jika melihat bawahannya terlihat stres.

Studi-studi menunjukkan bahwa stres yang dibiarkan bisa melemahkan sistem pertahanan tubuh kita sehingga kita mudah sakit. Penelitian para ahli dari Royal College of Psychiatrist mengungkapkan, para pemilik bisnis mengalami kerugian 8,4 miliar poundsterling (sekitar Rp 115 triliun) per tahun karena absennya para pekerja yang diakibatkan gangguan stres.

Menurut Paul Farmer, Direktur Mind, perusahaan riset, kebanyakan orang tidak mampu mengelola stres yang dia rasakan di tempat kerja. "Fakta bahwa kebanyakan orang tidak mau mengakui stresnya dan tidak mencari solusi harus menjadi perhatian para pemilik bisnis," katanya.

Ia menambahkan, bila seseorang tidak mau mengakui tekanan yang dia alami, masalahnya akan terus menumpuk dan menjadi bola salju. "Hal ini akan menyebabkan rendahnya produktivitas dan tingginya angka cuti karena sakit," paparnya.

Stres yang dibiarkan juga akan membuat seseorang mudah marah, letih, dan tidak produktif. "Mengakui kita stres karena beban kerja masih tabu bagi banyak orang. Namun, berpura-pura tidak ada masalah justru akan membuatnya bertambah buruk," katanya.


sumber:http://health.kompas.com/

Peran Teknologi informasi dan teknologi komunikasi

0 komentar

Telanjangidunia.blogspot.com - Menggunakan situs jejaring sosial seperti Facebook kini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat modern. Facebook diyakini telah memberi pengaruh besar pada banyak aspek kehidupan, baik yang sifatnya positif maupun negatif.

Penggunaan jejaring sosial di kalangan remaja dan anak-anak pun dinilai sangat membantu. Tetapi di balik manfaatnya, para dokter anak di Amerika Serikat memperingatkan akan kemungkinan dampak buruknya.

Sekelompok dokter yang tergabung dalam American Academy of Pediatrics memperingatkan para orang tua akan munculnya risiko depresi akibat penggunaan situs jejaring sosial ini. Mereka menyebut gejala "Facebook Depression" dapat mengancam para remaja akibat terobsesi dengan situs online tersebut.

Sebelumnya, para pakar menyatakan ketidaksetujuannya kalau Facebook berkaitan langsung dengan depresi pada beberapa anak. Mereka menilai, untuk menyimpulkan hubungan antara situs pertemanan dengan gejala depresi pada anak tidaklah mudah. Demikian pula untuk membedakan kondisi psikis yang berhubungan dengan penggunaan situs ini.

Tetapi Gwenn O'Keeffe, dokter anak di Boston yang menulis panduan penggunaan jejaring sosial untuk American Academy of Paediatrics menyatakan, terdapat aspek unik dari Facebook yang dapat menimbulkan kesulitan bagi anak-anak dengan rasa percaya diri rendah.

Sebagai media untuk ajang bereksperesi di mana seseorang dapat berbagi isi hati, meng-update status, atau memasang foto-foto pribadi saat bersenang-senang, laman Facebook menurut O'Keeffe justru dapat membuat sebagian anak merasa lebih buruk. Mereka yang percaya dirinya rendah ini berpikir kalau mereka tidak bernasib sama.

"Ini bisa lebih menyakitkan ketimbang duduk sendiri di keramaian saat makan siang di sekolah atau peristiwa hidup nyata lainnya yang bisa membuat anak-anak terpukul," terang O'Keeffe.

Ia menilai, Facebook memberikan pandangan yang sempit dari apa yang terjadi sesungguhnya, sebab di online tidak ada cara untuk melihat ekspresi wajah atau membaca bahasa tubuh untuk memberikan konteks.

Dengan panduan yang diberikan American Academy of Paediatrics, kata O'Keefe para dokter diharapkan menyampaikan pesan kepada para orang tua agar mereka mau mengawasi anak-anaknya. Orang tua dapat menyampaikan kepada anak-anaknya tentang cara menggunakan internet yang baik dan mewaspadai depresi atau risiko penggunaan online lainnya seperti cyberbullying dan sexting.


sumber : http://health.kompas.com/

Cara Merancang Rumah Di Internet

0 komentar

Merancang rumah tanpa bekal ilmu yang relevan seringkali menjadi masalah. Urusan yang satu ini sebaiknya memang diserahkan saja kepada ahlinya, yaitu para arsitek. Tapi, jika Anda keukeuh ingin mencoba merancang sendiri, ya boleh-boleh saja.

Banyak software yang bisa membantu Anda merancang rumah sendiri. Bukan software yang rumit seperti Autocad atau sejenisnya loh ya. Ada kok perangkat lunak untuk merancang yang pemakaiannya lebih simpel. Salah satunya adalah Sweet Home 3D.

Aplikasi gratisan ini dapat dimanfaatkan untuk mendesain bangunan tempat tinggal dalam lingkup sederhana. Anda bisa menggunakannya untuk membuat denah rumah dan mengatur tata letak perabot rumah. Cara pakainya sangat simpel, karena menggunakan sistem drag-and-drop.

Hasilnya bisa Anda lihat secara real-time dalam bentuk 3D —meski saat membuatnya menggunakan format 2D. Anda dapat melongoknya seakan-akan masuk ke dalam rancangan rumah tersebut melalui fitur virtual tour. Keren, kan?

tenang gan software ini bisa pake bahasa inggris

Berminat mencoba aplikasi gratisan ini? Ikuti langkah-langkah berikut.

1. Unduh, instal, dan jalankan aplikasi Sweet Home 3D (bisa diperoleh di www.sweethome3d.eu). Anda akan melihat tiga jendela dalam aplikasi tersebut—jendela sisi kiri berisi komponen penyusun rumah (jendela hingga perabot), sisi kanan-atas berisi area kerja gambar, dan sisi kanan bawah berisi preview 3D rancangan.

2. Ubah satuan ukur aplikasi. Klik [File] > [Preferences…]. Di boks “Preferences”, pilih [Meter] pada menu “Unit”. Jika ingin dapat mengaplikasikan warna dan tekstur pada rumah, klik [Floor color or texture]. Klik [OK].

3. Mulailah membuat rancangan denah rumah. Pastikan Anda telah mengetahui ukuran luas bangunan. Klik tombol [Create Walls]. Buatlah dinding utama rumah dengan mengklik-tarik pointer hingga membentuk garis. Jika sudah selesai, klik-dobel pointer untuk menghentikan proses pembuatan dinding.

4. Tampilan 3D dinding rumah akan langsung muncul di jendela sisi kanan bawah aplikasi. Anda bisa membentuk dinding dalam rumah melalui tombol [Create Room]. Cara penggunaannya sama dengan membentuk dinding. Tool ini akan membuat area ruang plus menampilkan ukurannya.

5. 5. Setelah ruangan-ruangan terbentuk, buatlah dinding ruangan dengan [Create Walls] kembali. Setelah terbentuk, modifikasi setiap ruangan dengan mengklik-kanan salah satu ruangan, lalu klik [Modify rooms…] dari menu yang muncul.

6. Beri nama ruangan pada “Name”. Pilih warna atau tekstur untuk lantai dan langit-langit di dua menu di bawah. Untuk mengganti lantai menjadi lantai keramik, centangi [Display Color], klik [Texture] dan tombol di sampingnya, lalu pilih tekstur lantai yang diinginkan. Klik [OK]. Lantai akan terlihat di jendela ruangan 3D.

7. Modifikasi dinding dengan mengklik-kanan salah satu dinding di jendela kanan atas, lalu klik [Modify walls...]. Kelola warna dan tekstur di menu “Left Side” dan “Right Side”. Masing-masing permukaan dinding dapat diatur. Anda juga dapat mengelola ketebalan sampai ketinggian dinding di menu lain. Klik [OK].

8. Buatlah pintu dan jendela. Klik segitiga di opsi [Doors and windows] yang ada di jendela sisi kiri atas. Buat kusen lebih dulu. Klik [Door frame], lalu tarik ke jendela kanan atas. Tempatkan pada posisi yang diinginkan. Jika ingin ukurannya diubah, klik-dobel kusen, lalu atur ukuran di boks yang muncul. Klik [OK].

9. Selanjutnya, masukkan pintu dengan mengklik-tarik [Door] ke arah kusen. Perhatikan arah bukaan pintu. Jika garis lengkung berada di dalam ruangan, berarti bukaan pintu mengarah ke dalam. Anda bisa memasang jendela dengan cara yang sama memakai komponen berlabel “Windows”. Pilih jenis jendela yang dikehendaki.

10. 10. Setelah bangunan selesai, Anda bisa merancang tatanan perabot di dalam rumah. Pilih jenis perabotan dari menu jendela kiri atas. Untuk dapur misalnya, cari perabot di “Kitchen”. Klik-tarik perabot yang diinginkan di posisi ruangan dapur. Tata posisi dan arahnya.

11. Tampilan 3D rancangan rumah Anda dapat dirotasi dengan mengklik-tarik gambar di jendela kanan bawah agar Anda dapat melihat seluruh posisi ruangan. Anda bisa mengunjungi setiap ruangan dengan mengklik [3D view] > [Virtual visit].

12. Simpan rancangan Anda untuk dikonsultasikan ke arsitek atau kontraktor. Klik [File] > [Save]. Beri nama dan simpan. Ingat, file ini hanya dapat disimpan dalam format bawaannya. Jika ingin dikirim ke pihak lain, simpanlah dalam format PDF dengan mengklik [File] > [Print to PDF...].

Selamat Mencoba..

sumber : memed-al-fayed.blogspot.com

Powerpoint Panduan Kuliah di Luar Negeri

0 komentar


Anggapan bahwa mereka yang kuliah di luar negeri adalah orang-orang yang cerdas memang tidak sepenuhnya salah. Tetapi yang lebih pas untuk diungkapkan adalah karena selain mereka cerdas, mereka juga mempunyai jalur informasi yang cukup diandalkan untuk menempuh studi di luar negeri. Ya informasi, barangkali itu adalah salah satu kata kuncinya untuk bisa berangkat ke luar negeri. Banyak tawaran beasiswa berserakan dimana-mana, jika hanya menunggu dan menunggu maka harapan itu tak akan pernah terwujud. Terus mencari informasi dan berbagi kisah pengalaman dengan alumni luar negeri adalah salah satu cara terbaik yang bisa kita tempuh. Tentu saja pada saat yang sama terus menambah bekal, baik keilmuan maupun finansial.

Langkah keluar negeri tentu saja tidak hanya sebatas mencari informasi, berbagai langkah-langkah perlu untuk dijalankan agar rencana keberangkatan kita benar-benar matang dan siap dijalankan. Bahkan hingga saat kita sudah berhasil menjejakkan kaki kita di negara tujuan belajar, tetap saja ada serangkaian hal yang perlu kita perhatikan agar sukses meniti masa mencari ilmu di negeri orang.

Sebuah materi powerpoint kami persembahkan kepada Anda semua sahabat blogger Indonesia Optimis, seputar panduan kuliah di luar negeri, yang pernah saya sampaikan cukup lama sekitar dua tahun yang lampau di Mahad Abu BAkar Universitas Muhammadiyah Surakarta. Banyak kekurangan yang mungkin didapatkan, kritik dan saran selalu kami nantikan. Untuk versi bukunya bisa Anda dapatkan di buku kami " Agar Ngampus tak Sekedar Status " terbitan Indiva Media Kreasi.

Untuk download materi powerpoint silahkan KLIK DISINI

Semoga bermanfaat dan salam optimis.

sumber : http://www.indonesiaoptimis.com/

Untung Rugi Kuliah di Luar Negeri

0 komentar

Sahabat blogger Indonesia yang optimis, banyak mahasiswa dan pemuda kita yang menjadikan kuliah di luar negeri sebagai impian besarnya. Sebagian terlampau berandai-andai menganggap bahwa hal tersebut akan secara otomatis meningkatkan kualitas keilmuannya. Branding kesuksesan, kecerdasan, dan mumpuni dalam bahasa asing pun segera menghias di setiap benak pemuda kita. Tentu saja tidak semua salah dan tidak semua juga sebagaimana yang digambarkan. Posting kali ini ingin sedikit mencari gambaran yang seimbang, seputar apa untung rugi kuliah di luar negeri. Tentu saja berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis yang terbatas. Mari sedikit menginventaris keuntungan dan kelemahan belajar di negeri orang. Agar alasan saya, anda lebih mantap sebelum terjun bebas ke negara asing. Apakah yang akan kita dapatkan adalah keuntungan atau justru lebih banyak kerugian yang kita rasakan ? Beberapa point yang bisa saya kemukakan :

Pertama, Sisi Keuntungan, meliputi :


a) Dari sisi keilmuan, maka ia akan menggali langsung dari referensi induknya dengan bahasa asli penulisnya. Hal ini setidaknya akan membuka peluang untuk memperdalam orisinalitas ilmu dan ketajamannya.

b) Dari sisi referensi, maka biasanya dengan kuliah di luar negeri kita bisa mendapatkan banyak buku referensi yang belum tentu ada di negri kita. Begitu pula dengan jurnal-jurnal terbaru untuk mengembangkan ilmu kita. Sudah bukan rahasia lagi, bahwa di negara kita anggaran pendidikan masih minim. Jadi wajar saja jika perpustakaannya pun mungkin tidak standar yang seharusnya.

c) Dari sisi pengembangan ilmu, biasanya di luar negeri banyak sekali diadakan seminar keilmuan, kajian dan diskusi yang 'anehnya' gratis dengan fasilitas seabrek. Bayangkan saja, di negri kita seminar keilmuan atau apapun pasti ada tarifnya dan terkadang hasilnya begitu mengecewakan dan berhenti di seminar saja.

d) Dari sisi rujukan ilmu, maka di luar negeri kita mungkin peluang-peluang untuk berguru atau bertanya langsung pada ilmuwan dunia lebih terbuka. Di Indonesia cukup jarang ada tamu tingkat dunia. Contohnya dalam masalah ilmu keislaman, nama Dr.Yusuf Qaradhawi tidak bisa diragukan lagi menjadi simbol keilmuan Islam pada jaman ini. Nah, di Indonesia beliau terakhir datang pada tahun 2007 lalu, sebelumnya saya masih ingat betul ; beliau hadir di Masjid Al-Azhar tahun 1999. Bayangkan, dalam kurun waktu delapan tahun beliau baru sempat secara langsung mentransfer ilmunya pada kita, itupun selama dua kali dan tak lebih dari satu jam.
Bagaimana di Timur Tengah sana ? Ternyata aktifitas beliau cukup padat di negara-negara Timur Tengah. Mengisi perkuliahan umum, seminar atau muktamar berkeliling di seputar jazirah arab sudah menjadi agenda beliau. Tak cukup hanya itu, setiap Ahad malam stasiun televisi Al-Jazeera juga dengan setia menampilkan secara live dialog fikh dengan beliau. Acaranya berjudul : Asy-Syariah wal Hayah ! Membahas permasalahan kontemporer yang umat membutuhkan jawabannya segera.

e) Dari sisi kemampuan bahasa, maka di luar negeri kita mempunyai peluang yang sangat besar untuk mengasah bahasa asing kita. Di Barat dengan bahasa Inggris atau Perancisnya, maupun di Timur Tengah dengan bahasa Arabnya. Ini sangat membantu dalam perkembangan keilmuan kita selanjutnya. Begitu pula dengan peluang bursa kerja di tanah air yang lebih terbuka. Tidak perlu susah-susah kursus, di luar negeri kita dimana saja kita bisa mempraktekkan bahasa kita. Meski kalau tidak hati-hati, justru bahasa yang tidak pakem malah yang kita kuasai.

f) Dari sisi jaringan, maka ia akan mempunyai banyak aset berupa jaringan untuk masa depannya. Mungkin sesama mahasiswa Indonesia, atau juga dengan mahasiswa dari negara lainnya. Sesama mahasiswa Indonesia, karena di negeri orang biasanya menguatkan persaudaraan. Perasaan senasib sepenanggungan bisa berbuah jaringan yang kuat di masa depan. Bisa jadi senior yang telah sukses di Indonesia segara akan merekrut adik kelasnya begitu tiba di Bandara Soekarno Hatta ! Begitu pula dengan jaringan luar negeri, sehingga terkadang kita bisa plesir di tempat yang sebelumnya tidak pernah kita temukan dalam peta. Masih ingat kasus the Rising Star Prabowo Subianto yang terpuruk paska lengsernya sang mertua ? Begitu karir militernya dipangkas habis, seorang sahabat menelpon dari jauh, " Come on to my country.., youre my friend ! ". Sahabatnya itu adalah Pangeran Abdullah, yang saat ini tengah memimpin Jordania. Mereka berdua bertemu saat sama-sama sekolah militer di luar negri. Maka Prabowo pun melenggang nyaman ke luar negeri, karena jaringan yang telah dirintisnya sejak kuliah di negri orang.

g) Dari sisi konsentrasi belajar, semestinya lebih mendukung. Ia tidak perlu lagi disibukkan dengan masalah keluarga, masyarakat atau berita-berita mengkhawatirkan dari ibukota. Paling jauh ia hanya bisa mengamati dan berdoa. Apalagi dari sisi keluarga juga cukup tahu diri, biasanya yang diinformasikan keluar hanya sebatas berita-berita bahagia yang menyemangati sang putra.

h) Dari sisi finansial, jelas memang kalau biaya sendiri pasti tidak bisa disebut menguntungkan. Tetapi dengan kuliah di luar negeri, otomatis membuka peluang beasiswa dan sponsorship yang mungkin agak enggan memberikan beasiswa pada mereka yang di Indonesia. Jika seperti ini, maka hal ini bisa juga kita masukkan dalam sisi keuntungan.

i) Dari sisi finansial juga, meski agak susah peluangnya, jika kita sukses kuliah sambil kerja, maka gaji yang didapat sudah pasti mencukupi biaya hidup yang semestinya. Tingkat UMR di kota-kota besar di dunia kadang jauh di atas gaji karyawan perlente berdasi di gedung-gedung ibukota kita.

Itu dari sisi keuntungan, yang bisa saja setiap orang bisa menambahkannya sesuai dengan kondisinya, masing-masing. Adapun sisi kelemahan di antaranya sebagai berikut :

Kedua, sisi kelemahan meliputi :

a) Secara psikologi pribadi, untuk sementara memang ia akan meninggalkan orang-orang yang dicintainya. Entah sahabat, kawan, atau juga keluarga. Terkadang ini sangat menyedihkan dan bisa di bawa hingga ke negri seberang. Bahkan seorang teman bercerita, ada temannya yang gagal keluar negri padahal sudah siap semuanya, 'hanya' karena ia tidak tega mendengar tangis anaknya di depan pemeriksaan tiket bandara. Subhanallah !. Ada pula yang seminggu langsung kembali pulang karena tak tahan berpisah dengan anak istri tercinta. Adapula yang tetap ngotot kuliah tapi tak pernah sukses dalam studinya karena terlalu sering bernostalgia. Maka kuncinya memang sabar dan tawakkal. Imam Syafi;I memberi semangat tentang masalah ini : " Lakukanlah perjalanan .. niscaya engkau akan mendapatkan orang-orang yang telah berpisah darimu ". Artinya, di luar negeri pun mestinya bisa banyak teman dan sahabat.

b) Secara pribadi juga, di luar negeri membuat proyek birrul walidain kita begitu terbatas. Paling banter mungkin kita bisa menelpon dan sms, tetapi hanya sampai di situ saja peran kita. Saat orang tua sedih, sakit, atau tertimpa permasalahan tidak ada yang bisa dilakukan kecuali berdoa saja. Begitu pula ketika ada orang tua yang meninggal, maka hanya derai air mata dan shalat ghaib saja yang bisa membuktikan kecintaan kita pada orangtua kita. Saya sering menjadi saksi ketegaran para sahabat di Sudan yang melepas kepergian orang tua mereka 'hanya' dengan doa dan tangisan yang tertahan !

c) Dari sisi pengembangan diri, mahasiswa di luar negeri cukup kesulitan untuk mengoptimalkan pengembangan dirinya, khususnya pada ketrampilan menulis dan public speaking. Menulis, karena jarang membaca majalah, koran atau khususnya buku-buku terbaru yang berbahasa Indonesia, sehingga mempengaruhi kualitas tulisan mereka. Bukan pada isinya, tetapi gaya bahasa dan pemilihan kata yang tepat. Jujur saja, jika membaca tulisan teman-teman 'asli' Indonesia cukup menyenangkan untuk dinikmati. Bahasanya memukau dan mengalir begitu saja. Sementara produk lulusan luar negri, khususnya Timur Tengah, -mohon maaf termasuk saya sendiri- sebagian besar (bukan semuanya) gaya tulisannya masih 'orde baru' alias resmi-resmi kaku. Belum banyak improvisasi berarti apalagi bermanuver secara rapi tapi mengejutkan ! Ini bukan merendahkan satu dan yang lainnya, apalagi menggeneralisir semuanya. Tetapi hanyalah sedikit cerita tentang kesan membaca dua tulisan dari penulis yang berbeda. Yang satu berlatar belakang Indonesia, yang satu bertahun-tahun kuliah di luar negeri.

d) Sisi pengembangan diri yang lainnya, yaitu ketrampilan menjadi pembicara dalam bahasa Indonesia. Khususnya mereka yang belajar ilmu agama di Timur Tengah sana. Sebabnya sederhana, forum untuk berbicara di depan umum begitu terbatas. Dalam sebulan belum tentu ia diminta untuk ceramah atau pidato di depan yang lainnya. Akibatnya, sisi pembawaan, mental, begitu juga intonasi dan inovasi menjadi kurang dinamis. Di Indonesia mestinya jauh berbeda, karena undangan ceramah ada dimana-mana. Setiap hari bisa berlatih dan langsung praktek di muka umum. Jam terbang meninggi dan ketrampilan pun semakin terasah tak tertandingi.

e) Sisi lainnya dari sisi psikologis adalah ; kecenderungan menjadi kurang pergaulan. Atau setidaknya perlu adaptasi lebih lama ketika nanti kembali ke tanah airnya. Mereka yang diluar negeri telah beradaptasi dengan beragam budaya yang sangat berbeda dengan daerahnya. Salah satu yang menonjol adalah sikap individualis yang ada pada masyarakat barat. Mungkin agak terasa aneh kalau di tanah air harus berbaur dengan masyarakat yang seolah 'reseh' dengan banyak agendanya, seperti ; arisan, kerjabakti dan sebagainya. Tetapi sebaliknya, juga ada karakter terpuji dari luar negeri yang akan merepotkan saat di Indonesia. Misalnya kebiasaan disiplin dan tepat waktu pada masyarakat Jepang, jika diterapkan di Indonesia secara 100% justru malah merepotkan panitia acara atau pihak yang mengundang. Wow !


Nah dari penjelasan di atas, selanjutnya terserah Anda ! Wallahu a'lam bisshowab



Sumber : http://www.indonesiaoptimis.com/

Keunikan Museum Bawah Laut Granada Yang Menakjubkan (Tapi Juga Menyeramkan)

0 komentar

Granada terletak di sebuah negara kepulauan yang terletak di bagian paling selatan Kepulauan Windward, Karibia. Letaknya sekitar 161 km di sebelah utara Venezuela. Grenada merupakan negara terkecil kedua di belahan bumi Barat (setelah Saint Kitts dan Nevis).

Dunia bawah laut adalah seperti sebuah kotak harta karun, yang terbentang harta misterius saat Anda masuk lebih dalam. Ikan berkilauan, kehidupan laut yang beraneka ragam, kristal air pirus yang jelas dan menakjubkan, terumbu karang bawah laut yang luar biasa indahnya. Tapi Grenada memiliki banyak kelebihan untuk membuat kita semakin terpesona.

Grenada akan menyambut Anda dengan museum bawah air yang paling unik. Ini adalah salah satu patung taman air terbesar yang memamerkan patung karya seniman instalasi de Caires Jason Taylor.

museum bawah laut, kepulauan karibia, pulau grenada, peninggalan sejarah, foto menakjubkan, gambar sejarah peradaban manusia museum bawah laut, kepulauan karibia, pulau grenada, peninggalan sejarah, foto menakjubkan, gambar sejarah peradaban manusia

Hidup Adalah Lelucon Yang Baru Saja Dimulai